Pengertian Komputasi Kuantum

Pengkodean biner data sangat penting bagi komputasi, dengan bit yang berisi nol atau satu diwakili secara elektrik sebagai status “nyala” atau “mati”. Komputasi kuantum menciptakan kembali pendekatan tersebut, dengan mengganti bit dengan qubit yang dapat secara bersamaan mewakili beberapa status seperti yang ditentukan secara umum dalam fisika klasik. Sistem yang mewakili data menggunakan qubit dan fenomena kuantum seperti superposisi dan keterikatan berpotensi mengaktifkan komputasi pada tingkat paralelisme besar yang belum pernah ada sebelumnya.
Cara Kerja Komputasi Kuantum

Komputer kuantum menggunakan algoritma yang berbeda, banyak peneliti yang berharap bahwa komputer ini dapat bersifat universal dan toleran terhadap kesalahan. Algoritma yang digunakan dalam komputasi kuantum adalah Algoritma Faktorisasi Shor dan Algoritma Grover untuk pencarian tidak terstruktur.
Perbedaan Komputer Kuantum dengan Komputer Klasik

Dalam komputer kuantum, sejumlah partikel elemental seperti elektron atau foton dapat digunakan baik untuk pengisian atau polarisasi yang bertindak sebagai representasi dari 0 dan / atau 1. Setiap partikel ini dikenal sebagai bit kuantum, atau Qubit. Sifat dan perilaku partikel-partikel ini membentuk dasar dari komputasi kuantum.
Sumber Referensi
https://id.quora.com/Apa-yang-membuat-komputasi-kuantum-berbeda-dari-komputasi-normal
https://www.intel.co.id/content/www/id/id/research/quantum-computing.html
https://ofiskita.com/articles/detail/mengenal-quantum-computer-lebih-jauh
https://mobnasesemka.com/perbandingan-komputer-kuantum/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar